002_Hutan di Jawa
Berita

Setelah 100 Tahun, Hutan di Jawa Tinggal 3 Juta Hektare

0

Suaramerdeka.com – Anggota Komisi IV DPR RI Siswono Yudohusodo mengunkapkan, setelah 130 tahun berlalu, hutan di Jawa tinggal 3 juta hektare atau dengan kata lain Itu berarti 75 persen hutan di Jawa menghilang setelah 100 tahun. Padahal dari data sejak tahun 1880, pulau Jawa memiliki luasan hutan 12 juta hektare
“Pulau Jawa telah mengalami kerusakan hutan yang parah. Dalam menjaga 3 juta hektare yang tersisa, yang terdiri dari hutan alam dan konservasi 1 juta hektar, kemudian hutan lindung dan hutan tanaman industri 2 juta hektare. Ini harus dijaga sebaik-baiknya. Jika tidak, akan hancur,” tandas Siswono, belum lama ini.
Hasil temuan para peneliti, di dunia terjadi pengurangan luasan hutan seluas 50 kali lapangan bola per menit. Ironisnya, Indonesia menyumbang 2 juta hektare deforestasi (kerusakan hutan) pada 2011-2012. Selama bertahun-tahun, kata Siswono, kerusakan hutan di Jawa selama bertahun-tahun sangat terlihat mencolok.
“Akibat kerusakan hutan di pulau Jawa yang parah itu, mengakibatkan erosi lahan yang luar biasa. Sungai-sungai di pulau Jawa coklat pekat penuh butiran tanah karena erosi. Selanjutnya di muara terjadi pengendapan, sehingga sungai cepat sekali mendangkal. Akibatnya aliran air sungai terhambat dan banjir di mana-mana. Dampak erosi itu mengendap pula di waduk-waduk yang dibangun dengan harga mahal di Indonesia ini, sehingga usia waduk menjadi pendek karena pendangkalan,” paparnya
Di Banten, lanjut Siswono, hutannya tinggal 17 persen dari laus provinsi. Jawa Barat menyisakan 19 persen dari luas provinsi. Jawa Tengah 23 persen dari luas provinsi. Sementara di Jawa Timur yang tersisa hutannya tinggal 29 persen dari luas provinsi. “Idealnya, luasan hutan untuk pulau Jawa harus ada 30 persen,” jelas
Untuk deforestasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua dalam 30 tahun terakhir, kerusakan yang terjadi justrru lebih parah daripada pulau Jawa. Hanya karena di tiga pulau tersebut luasan hutannya terlihat lebih luas, jadi dampaknya tidak separah di Jawa. Dengan kata lain, kehancuranya tidak terlalu jelas, tersamar oleh areal hutan yang masih luas.

sumber : suaramerdeka.com

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertising

  • Tambak Udang

    Peluang Kembangkan Budidaya Tambak Udang Sangat Besar

    Peluang membuka tambak di seputaran Pantai Depok dan Parangtritis terbuka lebar. Hal ini tidak lain karena negara-negara penghasil udang utama dunia seperti India, Thailand, China, Vietnam, dan Meksiko mengalami penurunan. Produksi udang di berbagai dunia sedang ambleg, sehingga kesempatan untuk mengembangkan tambak udang sangat besar. Gumuk pasir kemudian dikembangkan menjadi tambak udang. Melihat peluang tersebut,…

  • Lomba copy

    PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA FOTO LMMI 2014

    Berdasarkan berita acara penjurian Lomba Foto LMMI 2014 yang dilakukan pada Hari Jum’at Tanggal 06 Februari 2015, maka segenap dewan juri : 1. Soedjai Kartasasmita ( Ketua Dewan Pembina Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia “GPPI” ) 2. Risman Marah ( Institut Seni Indonesia “ISI” ) 3. Dr. Ir. Purwadi, MS ( Rektor INSTIPER Yogyakarta ) 4….

  • ACDC

    Undangan Terbuka (Rakernas I KAINSTIPER)

    No : 72/KAINSTIPER/U/XI/14 Yogyakarta, 30 November 2014 Lampiran : 1 Hal : Rakernas Kepada Yth, Seluruh Alumni INSTIPER Yogyakarta di T E M PA T Dengan Hormat Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Rapat Kerja Nasional Keluarga Alumni Instiper (KAINSTIPER) Yogyakarta tahun 2014, dalam rangka Konsolidasi Alumni. Maka dengan ini kami mengundang Bapak Pengurus Daerah dan Pengurus…