Artikel

Kiat Sukses Berwirausaha

0

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Wirausaha (Wiraswasta) adalah : orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, orang yang bisa menentukan cara produk baru serta orang yang mampu menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya. Pada perkembangannya, berwirausaha tidak hanya menghasilkan produk/barang saja tetapi menghasilkan produk jasa juga merupakan aktifitas di bidang berwirausaha.

Kewirausahaan adalah suatu kegiatan usaha produktif dalam rangka menghasilkan keuntungan, dengan mengelola potensi dan sumberdaya lain sampai produk yang dihasilkan dapat dipasarkan (pengertian sederhana).

Di dalam proses pembelajaran kewirausahaan ini, memang harus ada keseimbangan antara faktor bawaan (minat, motivasi, bakat/karakter) dengan faktor lingkungan. Faktor bawaan merupakan kepemilikan/modal secara individu dan biasanya tersembunyi, artinya diimplementasikan oleh seseorang di dalam menjalankan wirausaha. Faktor ini dapat berkembang apabila mendapat masukan yang positif dari faktor lingkungan. Faktor lingkungan merupakan kepemilikan/modal yang diperoleh dari lingkungan yang ada, baik melalui pendidikan, pelatihan/kursus maupun informasi yang secara langsung diperolehnya. Faktor lingkungan ini akan mempengaruhi sikap, perilaku, keterampilan dan keahlian dari individu tersebut sehingga apabila seseorang memiliki wawasan/pengetahuan yang semakin tinggi tentunya aktifitas yang diimplementasikan dalam berwirausaha juga akan semakin lebih baik, artinya memiliki kemampuan untuk menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi usaha. Dengan demikian, wirausahawan yang berhasil tentunya memiliki kemampuan dari dua faktor tersebut. Contoh pada saat menghadapi persaingan usaha yang saat semakin ketat dan kuat, sehingga hasil usahanya tetap eksis walaupun mendapat persaingan yang ketat/kuat.

Prinsip berwirausaha tetap mengacu pada prinsip efektif dan efisien sehingga di dalam melaksanakan wirausaha senantiasa mendapatkan nilai keuntungan yang wajar. Apabila usaha yang dikembangkan melibatkan sejumlah besar tenaga kerja, diupayakan tenaga kerja tersebut dapat dilibatkan di dalam proses usaha secara produktif. Artinya biaya produski diupayakan dapat ditekan sekecil mungkin tetapi tidak melanggar peraturan yang berlaku, sosial dan budaya yang ada dengan mendapatkan nilai pemasaran yang sebesar mungkin sehingga keuntungan dapat diperoleh secara optimal.

Apabila dikaitkan dengan proses manajemen, maka dalam perencanaan sudah diperhitungkan lebih awal semua kebutuhan biaya, peralatan, transportasi, tenaga kerja dll kemudian dalam pelaksanaannya juga diperhitungkan sekaligus biaya untuk pengawasannya diperhitungkan pula. Hasil yang diperoleh diperhitungkan secara cermat, disesuaikan dengan perencanaan yang sudah dipersiapkan awal. Apakah nilai yang diperoleh seimbang tidak dengan biaya yang dikeluarkan. Apabila nilai yang diperoleh lebih tinggi berarti menguntungkan. Dalam pengawasan mencatat berbagai ketidaksesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan untuk perbaikan ke depan bahkan rekomendasi untuk penurunan biaya operasional.

Berwirausaha harus cerdas, cermat, mau bekerja keras dengan memiliki keberanian dan ilmu pengetahuan yang cukup agar berhasil sukses. Untuk itu, wirausahawan perlu mendidik diri agar mau bekerja keras sehingga hidupnya terasa lebih mudah karena sudah terbiasa bekerja keras. Menurut JD Kuncoro, Managing Director of Company Center, menyampaikan ada 5 kebiasaan untuk mendorong manusia mampu bekerja keras sehingga hidup seolah-olah menjadi ringan, terlebih dalam menjalankan wirausaha, yaitu :

1) Increase physical quotient

Kesehatan fisik sangatlah penting untuk menunjang semua kegiatan sehingga diperlukan kecerdasan dalam memperlakukan tubuh kita agar selalu tetap sehat. Untuk itu harus cermat mampu memilih dan memastikan makanan yang sehat dengan berolahraga secara teratur sehingga tetap menunjukkan kebugaran fisik.

2) Be along run learner

Jadilah pembelajar selama hidup. Jangan menganggap belajar hanya diwaktu muda, tetapi secara terus menerus karena kemampuan otak manusia akan cepat mengalami penurunan apabila tidak digunakan optimal. Cara mengisi dengan sebanyak mungkin mendapatkan masukan informasi, kemampuan berfikir akan meningkat sejalan semakin meningkatnya masukan informasi.

3) Don’t waste your time

Lakukanlah kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas, karena dari waktu ke waktu peluang waktu semakin berkurang. Jangan sia-siakan waktu, umur habis tetapi tidak memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

4) Give more than you take it

Nilai diri manusia, sebenarnya tergantung dari kehadiran kita bisa memberi manfaat bagi orang lain, jangan segan-segan memberi kepada orang lain dari apa yang dimiliki, antara lain ilmu pengetahuan, harta benda, menolong dan atau membantu orang lain, sehingga prestasi/karier akan ditentukan besar-kecilnya kehadiran kita dengan orang lain.

5) Be ready any time.

Selalu siap apabila kita diperlukan oleh orang lain, sesuai kemampuan kita, semakin kita siap setiap saat sesuai kebutuhan orang lain, akan mendapatkan nilai (prestasi/karier) akan diperolehnya dari dukungan/bantuan kita kepada orang lain tersebut.

Jadi apabila kita memiliki physical quotient yang baik, telah mampu menjadi along run learner, tidak pernah atau jarang membuang waktu secara sia-sia, telah berusaha memberi lebih banyak kepada orang lain, dan selalu menyiapkan diri untuk bekerja atau membantu orang lain. Dengan cara seperti ini, akan dinilai orang lain positif dan akan memberikan kepercayaan, dari modal kepercayaan ini sebagai embrio kesuksesan dalam berwirausaha. Disisi lain, kebiasaan kerja keras dan selalu siap setiap saat, untuk menangkap peluang usaha setiap saat akan dapat terpenuhi yang akan mendukung pencapaian keberhasilan dalam berwirausaha.

Berdasarkan pengalaman dari aktifitas usaha, kiat sukses berwirausaha yang harus diimplementasikan, antara lain :

1) Disiplin

· Dalam melaksanakan wirausaha harus disiplin, disiplin menjalankan aktifitas sesuai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Artinya manajemen diterapkan dengan disiplin, walaupun tidak ada sangsi tetapi tujuan akhir adalah kesuksesan dalam usaha.

· Disiplin perencanaan, artinya menjalankan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Disiplin pelaksanaan artinya menjalankan sesuai aktifitas yang telah ditetapkan sebelumnya, antara lain waktu, keuangan, sumberdaya dll. Disiplin pengawasan artinya apabila ada penyimpangan secepatnya diperbaiki dikembalikan pada ketentuan/perencanaan yang ditetapkan sebelumnya.

2) Kejujuran

· Dalam menjalankan usaha kejujuran merupakan kendali sukses karena terkait kepercayaan dari pihak lain/mitra usaha terutama para pelanggan. Apabila pihak lain/mitra usaha atau pelanggan sudah tidak mempercayai lagi tentunya usaha yang dijalankan mulai dijauhi mitra/pelanggan.

· Nilai kejujuran lebih diorientasikan dengan nilai keuangan artinya terkait dengan hutang piutang, artinya dalam usaha apabila melakukan kontrak pengembalian hutang diupayakan dapat dikembalikan tepat waktu.

· Nilai kejujuran yang bersifat non keuangan lebih mengarah pada nilai kedisiplinan, misalnya jujur dalam menepati waktu, menepati janji, menepati komitmen, dll

3) Kesungguhan

· Berwirausaha harus dijalankan dengan kesungguhan, artinya ditekuni dan bekerja keras. Sesuai kemampuan yang dimiliki (inisiatif, kreatif, inovatif, keahlian, ketarampilan) secara penuh dicurahkan di dalam usaha yang dikerjakan sebab apabila tidak peluang akan hilang.

· Nilai kesungguhan lebih berorientasi pada pemanfaatan waktu dan sumberdaya.

4) Do’a dan Shodaqoh.

· Dalam usaha disamping hasil usaha yang akan dicapai, pasti dihadapi pula permasalahan dan hambatan, ternyata itu semua pemberian Yang Maha Kuasa.

· Untuk itu, do’a kepadaNya agar setiap langkah dapat diridhoiNya.

· Perbanyaklah shodaqoh, akan diberikan balasan dari Nya kebaikan yang lebih sesuai kebaikan yang sudah dikeluarkannya.

Penulis : Ir. Hardiyanto, MSi

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertising

  • Tambak Udang

    Peluang Kembangkan Budidaya Tambak Udang Sangat Besar

    Peluang membuka tambak di seputaran Pantai Depok dan Parangtritis terbuka lebar. Hal ini tidak lain karena negara-negara penghasil udang utama dunia seperti India, Thailand, China, Vietnam, dan Meksiko mengalami penurunan. Produksi udang di berbagai dunia sedang ambleg, sehingga kesempatan untuk mengembangkan tambak udang sangat besar. Gumuk pasir kemudian dikembangkan menjadi tambak udang. Melihat peluang tersebut,…

  • Lomba copy

    PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA FOTO LMMI 2014

    Berdasarkan berita acara penjurian Lomba Foto LMMI 2014 yang dilakukan pada Hari Jum’at Tanggal 06 Februari 2015, maka segenap dewan juri : 1. Soedjai Kartasasmita ( Ketua Dewan Pembina Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia “GPPI” ) 2. Risman Marah ( Institut Seni Indonesia “ISI” ) 3. Dr. Ir. Purwadi, MS ( Rektor INSTIPER Yogyakarta ) 4….

  • ACDC

    Undangan Terbuka (Rakernas I KAINSTIPER)

    No : 72/KAINSTIPER/U/XI/14 Yogyakarta, 30 November 2014 Lampiran : 1 Hal : Rakernas Kepada Yth, Seluruh Alumni INSTIPER Yogyakarta di T E M PA T Dengan Hormat Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Rapat Kerja Nasional Keluarga Alumni Instiper (KAINSTIPER) Yogyakarta tahun 2014, dalam rangka Konsolidasi Alumni. Maka dengan ini kami mengundang Bapak Pengurus Daerah dan Pengurus…