AD/ART Kainstiper

ANGGARAN DASAR KAINSTIPER

BAB I
NAMA, PEMBENTUKAN DAN KEDUDUKAN

Pasal 1
Nama
Organisasi ini bernama Keluarga Alumni Institut Pertanian Stiper disingkat KAINSTIPER

Pasal 2
Pembentukan
KAINSTIPER dibentuk oleh Reuni I Alumni Institut Pertanian Stiper Yogyakarta pada tanggal 9 Desember 1968 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 3
Kedudukan
KAINSTIPER berpusat di tempat kedudukan almamater Institut Pertanian Stiper.

BAB II
ASAS, DASAR DAN TUJUAN

Pasal 4
Asas dan Dasar
KAINSTIPER berasaskan Pancasila dan berdasarkan kekeluargaan serta non politik.

Pasal 5
Tujuan
Mempererat dan membina kekeluargaan diantara Alumni Institut Pertanian Stiper serta keluarganya.
Membantu meningkatkan peranan almamater Institut Pertanian Stiper dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melaksanakan dan memelihara hubungan kerja sama dengan badan-badan kekeluargaan lain di dalam lingkungan Institut Pertanian Stiper.
Menjalankan usaha-usaha dan aktif memberikan bantuan yang diperlukan demi tercapainya segala tujuan dan tugas almamater demi kamujuan dan kesejahteraan para anggota baik spiritual maupun materil.
Mendorong para anggotanya untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu dan keahliannya untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat, Bangsa dan Negara pada khususnya serta umat manusia pada umumnya.

BAB III
ORGANISASI

Pasal 6
Struktur Organisasi
Organisasi KAINSTIPER dipimpin oleh suatu pengurus pusat yang berkedudukan di tempat almamater.
Di tempat-tempat lain dapat dibentuk cabang-cabang KAINSTIPER yang masing-masing bertanggungjawab kepada Pengurus Pusat.
Di tiap-tiap Ibu Kota Propinsi Daerah Tingkat I dapat dibentuk Pengurus Daerah.
KAINSTIPER cabang beranggotakan sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) orang dan berwilayah serendah-rendahnya Daerah tingkat II.
Di dalam hal-hal khusus dengan mengingat situasi dan kondisi daerah, dapat dibentuk cabang yang menyimpang dari ketentuan ayat 4.
Pasal 7
Kepengurusan
Pengurus terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang.

Pasal 8
Pengurus Pusat adalah Pengurus Pusat Lengkap yang didalamnya terdapat Pengurus Harian.
a. Pengurus Pusat Lengkap, beranggotakan Pengurus Pusat Harian, Ketua-ketua Pengurus Daerah, atau Ketua Pengurus Cabang yang belum memungkinkan dibentuk Pengurus Daerah di Tingkat Ibu Kota Propinsi KAINSTIPER.
b. Pengurus Pusat Harian terdiri dari seorang Ketua Umum, beberapa Ketua, beberapa Sekretaris, beberapa Bendahara dan seksi-seksi yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan.
3. Pengurus Pusat Harian dipilih oleh Musyawarah Nasional berdasarkan reputasi dari dedikasinya terhadap masyarakat dan almamater.
4. Masa kerja Pengurus Pusat adalah 5 (lima) tahun.

Pasal 9
Pengurus Daerah
Pengurus Daerah terdiri dari: seseorang Ketua Umum, beberapa Ketua, beberapa Sekretaris, beberapa Bendahara, dan pembantu-pembantu menurut kebutuhan.
Pengurus Cabang yang berkedudukan di Ibu Kota Propinsi yang belum membentuk Pengurus Daerah, berfungsi sebagai Pengurus Daerah.
Masa kerja pengurus Daerah adalah 3 (tiga) tahun.

Pasal 10
Pengurus Cabang
KAINSTIPER Cabang yang dipimpin oleh suatu Pengurus Cabang yang susunannya disesuaikan dengan kebutuhan.
Masa kerja Pengurus Cabang 2 (dua) tahun.

BAB IV
KEANGGOTAAN

Pasal 11
Keanggotaa KAINSTIPER terdiri atas:
a. Anggota biasa
b. Anggota luar biasa
c. Anggota kehormatan
2. Anggota biasa adalah setiap alumnus Institut Pertanian Stiper yaitu:
- Seseorang yang telah mendapat derajat Universitas atau lulus pendidikan keahlian, termasuk di dalamnya Sarjana Muda yang diperoleh pada Sekolah Tinggi Pertanian/Sekolah Tinggi Perkebunan/PTSP/PTP.
Anggota Luar Biasa adalah meraka yang sekurang-kurangnya telah lulus ujian tingkat persiapan/propaedeuse pada Sekolah Tinggi Pertanian dan tidak sedang menjadi mahasiswa Institut Pertanian Stiper.
Anggota kehormatan adalah mereka yang telah berjasa kepada KAINSTIPER dan atau Institut Pertanian Stiper yang keanggotaannya ditetapkan oleh Pengurus Pusat atas usul Pengurus Harian/Pengurus Daerah/Pengurus Cabang.

BAB V
MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT
Pasal 12
Musyawarah
1. Musyawarah Nasional memegang kekuasaan tertinggi
2. Musayawarah Nasional KAINSTIPER dihadiri Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Cabang yang mendapat kekuasaan penuh.
3. Jumlah utusan dari tiap-tiap Pengurus Daerah dan Cabang ditentukan oleh Pengurus Pusat.
4. Musyawarah Nasional diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali. Tempat pelaksanaannya ditentukan oleh Musyawarah Nasional yang terakhir.
5. Dalam keadaan mendesak dapat diadakan musyawarah Luar Biasa atas perkara Pengurus Pusat atau 2/3 dari jumlah Pengurus Daerah dan Cabang yang menghendakinya.
6. Bila dipandang perlu, Pengurus Daerah dapat menyelenggarakan Musyawarah Daerah.

Pasal 13
Rapat-Rapat
Rapat-rapat terdiri dari
1. Rapat Pengurus Pusat Lengkap sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali.
2. Rapat Pengurus Pusat Harian diadakan bilamana perlu.
3. Rapat Pengurus Daerah sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.
4. Rapat Pengurus Cabang sekurang-kurangnya 4 (empat) bulan sekali.

BAB VI
KEKAYAAN

Pasal 14
Kekayaan KAINSTIPER diperoleh dari:
1. Iuran para anggota dan anggota luar biasa
2. Sumbangan-sumbangan dari para dermawan dan lain-lain usaha yang syah dan tidak mengikat.

BAB VII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal 15
Kekuasaan untuk merubah Anggaran Dasar ada pada Musyawarah Nasional KAINSTIPER, atas usul sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah utusan yang hadir.

BAB VII
PEMBUBARAN

Pasal 16
Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan dengan suatu Musyawarah Nasional Luar Biasa, sedang segala kekayaan organisasi diserahkan kepada Almamater.

BAB IX
LAIN – LAIN

Pasal 17
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Anggaran Dasar ini ditetapkan pada tanggal 8 Desember 1988 oleh Musyawarah Nasional ke IV seluruh Indonesia di Yogyakarta dan berlaku mulai tanggal disyahkan.

Advertising

Artikel

  • Tambak Udang

    Peluang Kembangkan Budidaya Tambak Udang Sangat Besar

    Peluang membuka tambak di seputaran Pantai Depok dan Parangtritis terbuka lebar. Hal ini tidak lain karena negara-negara penghasil udang utama dunia seperti India, Thailand, China, Vietnam, dan Meksiko mengalami penurunan. Produksi udang di berbagai dunia sedang ambleg, sehingga kesempatan untuk mengembangkan tambak udang sangat besar. Gumuk pasir kemudian dikembangkan menjadi tambak udang. Melihat peluang tersebut,…

  • Lomba copy

    PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA FOTO LMMI 2014

    Berdasarkan berita acara penjurian Lomba Foto LMMI 2014 yang dilakukan pada Hari Jum’at Tanggal 06 Februari 2015, maka segenap dewan juri : 1. Soedjai Kartasasmita ( Ketua Dewan Pembina Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia “GPPI” ) 2. Risman Marah ( Institut Seni Indonesia “ISI” ) 3. Dr. Ir. Purwadi, MS ( Rektor INSTIPER Yogyakarta ) 4….

  • ACDC

    Undangan Terbuka (Rakernas I KAINSTIPER)

    No : 72/KAINSTIPER/U/XI/14 Yogyakarta, 30 November 2014 Lampiran : 1 Hal : Rakernas Kepada Yth, Seluruh Alumni INSTIPER Yogyakarta di T E M PA T Dengan Hormat Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Rapat Kerja Nasional Keluarga Alumni Instiper (KAINSTIPER) Yogyakarta tahun 2014, dalam rangka Konsolidasi Alumni. Maka dengan ini kami mengundang Bapak Pengurus Daerah dan Pengurus…