Kebakaran
Berita

46 Perusahaan di Riau diduga Terlibat Pembakaran Hutan

0

Merdeka.com – Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) RI, mensinyalir 46 Perusahaan di Riau diduga terlibat melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau. Hal ini menyebabkan adanya asap hingga mengakibatkan tewasnya 3 warga akibat sesak napas dan terbakar saat memadamkan api.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthasar Kambuaya kepada wartawan di Gedung Daerah Pekanbaru Riau, Senin (21/4) mengatakan saat ini tim ahli yang telah diturunkan sejak 1 bulan lalu di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, menemukan adanya indikasi keterlibatan sebanyak 43 hingga 46 Perusahaan dalam pembakaran lahan tersebut.
Dari 46 Perusahaan itu, ada sekitar 23 Koorporasi yang diduga terlibat secara ilmu kajian dalam pembakaran hutan dan lahan ini. “Dari kajian ilmu lingkungan, ada sekitar 23 Korporasi yang kita duga terlibat karhutla. Sekarang sedang kita lakukan percepatan pengkajian,” kata Balthasar.

Menurut dia, langkah percepatan tersebut, dilakukan dengan cara implementasi dalam bentuk menerjunkan tim percepatan identifikasi korporasi pembakar hutan dan lahan, yang akan bekerja paling lama 6 bulan ke depan. “Tim ini akan mengeluarkan hasil pengamatan mereka yang didampingi oleh pakar ahli lingkungan. Paling lama 6 bulan, mereka nanti akan merilis perusahaan yang terbukti lakukan pembakaran. Dan selanjutnya bisa diproses sesuai hukum,” ujarnya.

Selanjutnya, Kementerian Lingkungan Hidup nantinya akan menerapkan 3 langkah penting untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di masa yang akan datang, yaitu dengan Peringatan dini hotspot. “Kami mengajak masyarakat lokal dan tempatan untuk terlibat langsung dalam kelompok peduli api, dan melanjutkan proses tindakan hukum agar perorangan dan koorporasi yang terlibat menjadi jera di masa datang,” pungkasnya.

Sumber : merdeka.com

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertising

  • Tambak Udang

    Peluang Kembangkan Budidaya Tambak Udang Sangat Besar

    Peluang membuka tambak di seputaran Pantai Depok dan Parangtritis terbuka lebar. Hal ini tidak lain karena negara-negara penghasil udang utama dunia seperti India, Thailand, China, Vietnam, dan Meksiko mengalami penurunan. Produksi udang di berbagai dunia sedang ambleg, sehingga kesempatan untuk mengembangkan tambak udang sangat besar. Gumuk pasir kemudian dikembangkan menjadi tambak udang. Melihat peluang tersebut,…

  • Lomba copy

    PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA FOTO LMMI 2014

    Berdasarkan berita acara penjurian Lomba Foto LMMI 2014 yang dilakukan pada Hari Jum’at Tanggal 06 Februari 2015, maka segenap dewan juri : 1. Soedjai Kartasasmita ( Ketua Dewan Pembina Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia “GPPI” ) 2. Risman Marah ( Institut Seni Indonesia “ISI” ) 3. Dr. Ir. Purwadi, MS ( Rektor INSTIPER Yogyakarta ) 4….

  • ACDC

    Undangan Terbuka (Rakernas I KAINSTIPER)

    No : 72/KAINSTIPER/U/XI/14 Yogyakarta, 30 November 2014 Lampiran : 1 Hal : Rakernas Kepada Yth, Seluruh Alumni INSTIPER Yogyakarta di T E M PA T Dengan Hormat Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Rapat Kerja Nasional Keluarga Alumni Instiper (KAINSTIPER) Yogyakarta tahun 2014, dalam rangka Konsolidasi Alumni. Maka dengan ini kami mengundang Bapak Pengurus Daerah dan Pengurus…